Detil Artikel

Home /Artikel/ Detil Artikel
2005

LANGKAH MENJAGA KEAMANAN ROUTER


Setelah selesai dengan setting fitur yang dibutuhkan, terkadang admin jaringan mengabaikan sisi kemanan router. Hal ini akan sangat riskan akan terjadinya serangan terhadap router, terlebih ketika router langsung terkoneksi ke internet dan memiliki ip public. Namun jangan salah, serangan terhadap router tidak selalu berasal dari jaringan internet, bisa juga berasal dari jaringan lokal. Kita akan coba bahas langkah pertama yang perlu dilakukan untuk menjaga router dari orang yang tidak bertanggung jawab. 

Services

Router Mikrotik menjalankan beberapa service untuk memudahkan cara user dalam mengakses router, atau menggunakan fitur lainnya. Service ini by-default akan dijalankan oleh router terus menerus.  Kita bisa cek service yang dijalankan oleh mikrotik di menu IP --> Services

 

Ada beberapa service yang secara default dijalankan oleh router mikrotik. Berikut detail informasi service router MikroTik dan kegunaannya.

  • API : Application Programmable Interface, sebuah service yang mengijinkan user membuat custom software atau aplikasi yang berkomunikasi dengan router, misal untuk mengambil informasi didalam router, atau bahkan melakukan konfigurasi terhadap router. Menggunakan port 8728. 

  • API-SSL : Memiliki fungsi yang sama sama seperti API, hanya saja untuk API SSL lebih secure karena dilengkapi dengan ssl certificate. API SSL ini berjalan dengan menggunakan port 8729. 

  • FTP : Mikrotik menyediakan standart service FTP yang menggunakan port 20 dan 21. FTP biasa digunakan untuk upload atau download data router, misal file backup. Authorisasi FTP menggunakan user & password account router. 

  • SSH : Merupakan salah satu cara remote router secara console dengan secure. Hampir sama seperti telnet, hanya saja bersifat lebih secure karena data yang ditrasmisikan oleh SSH dienskripsi. SSH MikroTik by default menggunakan port 22. 

  • Telnet : Memiliki fungsi yang hampir sama dengan ssh hanya saja memiliki beberapa keterbatasan dan tingkat keamanan yang rendah. Biasa digunakan untuk remote router secara console. Service telnet MikroTik menggunakan port 23. 

  • Winbox :  Service yang mengijinkan koneksi aplikasi winbox ke router. Tentu kita sudah tidak asing dengan aplikasi winbox yang biasa digunakan untuk meremote router secara grafik. Koneksi winbox menggunakan port 8291. 

  • WWW : Selain remote console dan winbox, mikrotik juga menyediakan cara akses router via web-base dengan menggunakan browser. Port yang digunakan adalah standart port HTTP, yaitu port 80. 

  • WWW-SSL : Sama seperti service WWW yang mengijinkan akses router menggunakan web-base, akan tetapi www-ssl ini lebih secure karena menggunakan certificae ssl untuk membangun koneksi antara router dengan client yang akan melakukan remote. By default menggunakan port 443. 

Selanjutnya adalah pertanyaan bagi administrator jaringan, apakah kemudian semua service tersebut akan digunakan ?. Terkadang admin jaringan tidak terlalu peduli, service tetap berjalan padahal tidak dibutuhkan, sehingga service ini bisa dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab setiap saat. Pernahkah Anda membuka terminal router MikroTik kemudian muncul pemberitahuan "failure for user root from xx.xx.x.xxx via ssh" ? Error tersebut menginformasikan bahwa ada user yang mencoba mengakses router dengan menebak username dan password router. 

Disable Service

Untuk meminimalisasi user mencoba mengakses router menggunakan service tertentu, administrator jaringan bisa mematikan service yang dirasa tidak digunakan. Misal kita hanya butuh memngakses router via winbox dan web-base, maka kita bisa matikan service selain dua service tadi.

 

Available From 

Administrator jaringan bisa membatasi dari jaringan mana router bisa diakses pada service tertentu dengan menentukan parameter "Available From" pada setting service. dengan menentukan "Available From", maka service hanya bisa diakses dari jaringan yang sudah ditentukan. Ketika ada yang mencoba mengakses router dari jaringan diluar allowed-address, secara otomatis akan ditolak oleh router. Parameter "Available From" bisa diisi dengan IP address ataupun network address. 

 

Ubah Port 

Selain menentukan allowed address, administrator jaringan juga bisa mengubah port yang digunakan oleh service tertentu. Seseorang yang berkecimpung di dunia jaringan bisa menebak dengan mudah port default yang biasa digunakan oleh service - service tertentu.

Sumber :

http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=79


Kembali

Tentang Penulis

Riski Ananda
Maaf data profil Penulis belum tersedia dalam database!!!
  • prakerin

Kontak Kami

Silakan kontak kami secara online, kami siap membantu segala pertanyaan, hal-hal lain yang berkaitan dengan proses belajar mengajar.


Read more